Terlihat Sama, Ini Bedanya Autism Vs. ADHD

Banyak orang yang menganggap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sama seperti Autisme. Padahal, keduanya tidaklah sama. Untuk lebih mengenalinya, berikut perbandingan ADHD dengan autisme.

1.      Pengertian

Terlihat Sama, Ini Bedanya Autism Vs. ADHD

Autisme merupakan gangguan sistem saraf yang membuat beberapa bagian otak tidak bekerja dengan selaras. Gangguan ini berakibat pada perkembangan mentalnya. Anak penderita autisme akan kesulitan berkomunikasi, memahami emosi, serta berempati dengan lingkungannya.

Sementara itu, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perilaku yang biasa terjadi pada anak. Penderita ADHD akan sulit untuk berkonsentrasi. Mereka tidak merasa betah jika harus duduk dan belajar dalam durasi yang lama. Di kehidupan sehari-hari, ADHD dikenal sebagai perilaku hiperaktif.

2.      Gejala

Terlihat Sama, Ini Bedanya Autism Vs. ADHD

Kebanyakan penderita autisme mulai menunjukkan gejala pada usia 9 bulan hingga 3 tahun. Gejala tersebut bisa dilihat dari beberapa hal yang meliputi interaksi sosial, pola perilaku, serta gangguan lainnya.

a.       Gangguan interaksi sosial

  • Menghindari kontak mata
  • Jarang menunjukkan ekspresi
  • Cenderung tidak memahami pertanyaan
  • Tidak suka dipeluk dan dimanja
  • Nada bicara yang tidak biasa

b.      Gangguan pola perilaku

  • Menyukai rutinitas, akan sangat marah bila ada perubahan
  • Tidak bisa diam
  • Menyukai makanan tertentu
  • Melakukan permainan berulang-ulang dan tidak menggunakan banyak imajinasi
  • Terpaku pada topik dan kegiatan tertentu

c.       Gangguan lain

  • Hiperaktif (ADHD)
  • Depresi
  • Sindrom Tourette
  • Epilepsi
  • Gangguan sensorik

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa anak autis bisa mengalami ADHD. Namun, bukan berarti semua penderita ADHD adalah autis. Berbeda dari autis yang terdeteksi sejak bayi, ADHD biasanya baru terdeteksi pada usia 6-12 tahun. Berikut beberapa gejala anak ADHD.

  • Sulit berkonsentrasi https://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Asperger
  • Tidak sabar
  • Tidak bisa diam
  • Ceroboh ketika mengerjakan tugas
  • Terkesan tidak menyimak ketika diberi tahu
  • Sering lupa dan kehilangan barang
  • Sering tidak menyelesaikan tugas

3.      Penanganan Melalui Terapi

Biasanya, anak autis maupun ADHD diharuskan untuk mengonsumsi obat. Tujuannya ialah agar mengurangi gejala-gejala yang biasanya muncul. Selain itu, mereka juga dianjurkan untuk mengikuti beberapa terapi. Agar terapi bisa berjalan lebih efektif, ada baiknya untuk meminta bantuan pada yayasan. Berikut beberapa contoh yayasan anak autis serta yayasan terapi ADHD di Jakarta

–          Yayasan Anak Autis di Jakarta

  1. Rumah Autis, Jakarta Utara
  2. Yayasan Autisma Indonesia, Jakarta Selatan

–          Yayasan Terapi ADHD di Jakarta

  1. Yayasan Abna Raflesia Indonesia, Jakarta Pusat
  2. Yayasan Bina Ananda, Jakarta Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *